Hidupku itu Indah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • Reddit
  • RSS

        Namaku Cantika Mahadewi, tapi biasa dipanggil Tika. Aku siswi kelas XI IPA di SMA Santa Maria 2 Cirebon.Sekolah yang hm..... kasih tau gak ya ? Sekolah yang asik dan gokil itu deh. Karena teman dan gurunya asik-asik, plus gokil. Dan yang pasti berkesan banget dan sulit dilupain.

        Pada Suatu hari aku ketemu sama seorang cowok yang gak aku kenal. Awal pertama bertemu kulihat rambutnya yang keren ala cowok Korea dan pas kulihat wajahnya juga gak jelek-jelek banget. Pertemuan itu membuat hatiku selalu bertanya siapakah dia. Hingga kuterus memikirkannya. Dan semua itu membuat dia selalu ada di pikiranku. Sepertinya aku telah jatuh cinta padanya. Tapi aku tak pernah tahu dia siapa. Sepertinya dia anak orang kaya sedangakan aku cuma cewek biasa. Kayaknya mustahil kalo aku bisa dekat dengan dia.

         Hari-hari pun berlalu, tapi dia tak pernah lepas dari pikiranku. Sampai pada waktu yang tak terduga. Aku bisa ketemu sama dia, ternyata dia kakak kelasku. Hm, seneng deh bisa ketemu dia dan bisa tahu kelas dia, jadi aku dapat info baru deh. Setelah tahu dia anak kelas XII aku seneng ketemu sama dia, tapi yang aku heran dia seperti melirik-lirik ke arahku saat aku asik merhatiin dia. Kenapa ya... Apa dia juga suka sama aku ?? Hm, jadi geer deh. Tapi kayanya gak mungkin, itu semua hanya halusinaku saja. Kejadian itu pun terus berulang, setiap kali aku memperhatikannya. Semua terasa yakin kalau dia juga punya rasa yang sama. Tapi kenapa dia ga berani ngedeketin aku. Kalau aku sih jelas gak berani ngedeketin dia karena aku merasa minder, dan aku sadar kalau aku ga pantes buat dia.

          Waktu terus berlalu, tak terasa sudah lama aku memendam perasaan ini. Dan tak terasa sudah 6 bulan aku belajar di kelas XI dan Ulangan Umum Semester 1 pun sudah tinggal beberapa hari lagi. Aku pun harus rajin belajar biar dapat nilai bagus. Hari pertama Ulangan Umum Semester 1 pun dimulai dengan pelajaran Agama. Saat kumasuk ke ruang kelas, aku tak menyangka ternyata dia duduk tepat di sebelahku. Hm... Senengnya, jadi ga konsen deh. Dia cakep banget kalau dilihat dari deket. Aduh hatiku jadi gak tenang saking deg-degan duduk di sebelah dia. Aduh, kok aku jadi ngarepin dia gini ya. Karena terlalu salah tingkah, sampai-sampai aku mimpiin dia waktu malem. Aduh... Jadi tambah sulit buat lupain dia.

          Hari ini ulangan terakhir, berarti ini hari terakhirku buat duduk bareng sama dia. Tapi tak apalah yang penting dihari-hari kemarin aku seneng banget, karena bisa lihat wajah dia yang tampan tiap hari.Hm... Puas deh. Aku jadi tambah semangat buat ke sekolah. Hari berjalan sangat cepat tak terasa hari ini sudah pembagian Raport Semester 1. Aku deg-degan menunggu nilai hasil kerja kerasku selama semester 1 ini. Lama kutunggu ibuku belum juga keluar dari kelas, tak sabar rasanya ingin kubuka raportku dan melihat nilainya. Tapi ibu tak kunjung keluar. Akhirnya, yang kutunggu pun keluar juga, ibu keluar dengan senyum merona di wajahnya. Aku pun segera bertanya, jawaban yang aku dambakan pun terucap "nilaimu yang terbaik, Tik". Aku merasa terkejut sekaligus bahagia karena semua usahaku tak sia-sia. Semua ini berkat dirinya yang membuat aku semangat hingga aku mendapatkan nilai yang bagus. Yah.. Habis ini libur, jadi ga bisa ketemu dia deh kayaknya aku bakal kangen sama dia.

          Sekian lama ku menghabiskan waktu liburanku ke kota Kembang, Bandung. Aku bermain ke rumah nenek, untuk menjenguk nenek, sekaligus merayakan Natal bersama saudara-saudaraku. Saat aku tiba di rumah nenek, aku langsung bermain ke rumah Euis anak tetangga nenekku. Dia adalah teman baikku sejak kecil, aku sering bermain dengan dia. Dia sering mengajakku bermain ke sawah dan sungai. Rasanya bahagia sekali saat aku berada di dekatnya. Dia tipe orang yang ramah dan cerewet, tapi dia juga pendengar yang baik. Jika ada waktu luang aku sering curhat dengannya di gubuk tua dekat sawah.

          Seperti biasanya, sekarang kami sedang berjalan di pematang sawah menuju ke gubuk tua tempat kami bercerita. Akhirnya tiba juga di gubuk tua. Awal percakapan kubuka dengan cerita pengalamanku selama aku di sekolah. Percakapan kami diiringi dengan angin sawah yang lembut menyentuh kulit. Seperti biasanya aku selalu meminta pendapatnya. Dia bertanya padaku "Kenapa kau tak berkenalan dengannya ?" Jawabanku masih tetap sama aku merasa malu karena aku gak pantes buat dia. Dia memberiku saran agar aku melupakannya. Tapi rasanya berat banget, dan aku ngerasa kalau aku gak sanggup melakuin semua itu. Tak terasa hari sudah sore, kami pun segera pulang.

          Saat malam sebelum tidur aku merenungkan kata-kata Euis tadi siang. Sepertinya ada benernya juga kata-kata Euis tadi. Karena kalau dipikir-pikir aku seperti terlalu mengharapkannya. Aku bertekad di dalam hati untuk melupakannya. Natal tahun ini berbeda dengan Natal tahun kemarin, karena kami kedatangan si bayi mungil yang lahir seminggu yang lalu. Dialah keponakan mungilku, tangisannya menambah kemeriahan Natal tahun ini.

          Natal telah lewat dan tahun baru pun telah tiba. Banyak banget yang pengen aku rubah di tahun yang baru, ya salah satunya melupakan dia. Tepat pukul 00.00 WIB kembang api pun mulai bersuara di sana-sini. Indah sekali kembang api itu, mereka mengeluarkan warna-warna yang indah. Kembang api itu seperti hidupku yang indah dan penuh warna. Jadi, nikmatilah hidup maka semua akan terasa indah.

Nama : Agustina Ratih
Kelas : XII IPA