Aura ialah gadis cantik yang pandai, sekarang ia duduk di semester 4 di salah satu universitas negri di Jakarta. kehidupannya begitu harmonis dengan keluarganya disaat orang tuanya masih bersama.
Kini ia menjadi anak yang ugal-ugal, ia melakukan itu semata-mata ingin mendapatkan perhatian orangnya. disebuah ajang balapan liar Aura datang,awalnya berniat hanya ingin menonton saja, tetapi karena ia bertemu teman lamanya yang jahat akhirnya ia mengikuti balapan liar itu, "Gimana, apakah loe siap?!, apakah loe punya nyali?, tanya Laura (menentang).", Apa gue, siaplah? kenapa gue haru takut!, jawab aura ( santai) ", okelah sob kita mulai aja, kalian bisa buktikan setelah kalian bertanding", itu, sebelum memulai pertandingan namun datang sekelompok polisi, semua yang ada disana berlarian tetapiaura gugup diam di tempat, disaat yang sama Noval pun berada disana, dia melihat Aura dengan segera dia menarik Aura dan membawa lari sejauh mungkin.
Berlarian tak tau arah itu yang dilakukan aura dan Noval, Aura sempat binggung namun tetap saja lari mengikuti langkah Noval. "(teriak Aura), Stop!!! (mengelah nafas). ", "ok!," (kaget), "mereka pun berhenti lalu duduk di taman, menghentikan langkahnya. "Aura, loe kenapa sih kok ga kabur tadi, kalau loe ditangkap gimana coba ? "tanya Noval," oh, sorry gue binggung harus melakukan apa ?", jawab Aura, "Hmm" kasian banget!, sahut Noval" thanks ya kalau ga loe pasti gue sudah tertangkap deh", kata Aura tersenyum pada Noval cowo yang ganteng, tajir dan pandai ini loh!!!
Keesokan hari nya Aura menjalankan aktivitas seperti biasanya di kampusnya itu, namun tiba-tiba ada sekelompok orang datang menyerang mahasiswa dan mahasiswi disana termasuk Aura, Aura pun ditodong agar berbalik badan dan tidak melawan, mau tidak mau Aura mengikutinya. Ternyata sekelompok orang itu adalah suruhan Laura yang ingin menyingkirkan Aura.
Ketika Noval mengetahui itu ia bergegas menyelamatkan Aura yang ketakutan dalam dekapan pisau itu "Aura, kamu tenang aja jangan kuatir aku pasti akan menyelamatkan dirimu", kata Noval, "tidak, ini cukup berbahaya", tolak Aura, "sudah kamu diam saja," sahur Noval, seketika Noval melawan menghabisi satu per satu penjahat itu. Dari belakang seseorang menembakan peluru ke arah Noval, namun hal itu diketahui Aura dengan sangat sigap Aura berbalik ke arah itu, "Noval berlari", teriak Aura, "awas Aura,", respon teriakan Noval... Dorrrrr (suara tembakan), Aura Pun terkapar di tempat penjahat itu pun berlari dengan segera Noval membawa aura Ke RS Permata.
Dua jam telah berlalu namu tak ada kabar, Noval, Risma dan Yudha khawatir dengan keadaan Aura, hingga tiba saatnya dokter pun keluar, memberi kabar tentang Aura, "Dokter bagaimana keadaan Aura",tanya Noval " jawab dokter," oh, dia sudah melewati masa kritisnya", "oh, Allhamdullilah" kata Noval, Risma, dan Yudha. mereka pun menemuinya,"Aura, Gimana keadaan loe? "tanya Noval,"baik ko, udah jangan cemas sekali lagi thanks ya!", jawan Aura," ia, tapi harunya gue yang thanks sama loe", sahut Noval," ya udah sama-sama deh", kata Laura, " gue sayang sama loe", sahut Noval," (terkejut), apa?...., kata Aura, "ia, kamu mau gak jadi pacar aku"," aku mau, karena aku juga sayang sama kamu", jawab Aura.
Akhirnya merekapun menjalin hubungan khusus, mereka menjalin hingga mereka diwisuda. Merekapun sudah menyandang status Dokter untuk Aura dan Asitek untuk Noval. Dimalam hari berbicara lewat ponsel," hai, sayang ada dimana?",tanya Noval," ada dirumah neh yank", jawab Aura,"oh, kamu lihat deh bintang dilangit berkedip-kedip sama seperti hatiku yang terkedip tak berdaya saat memandangi mu", kata Noval,"(manja), Ahh, sayang gombal aja, tau gak sih disini dinginnya mengigit hatiku", sahut Aura,"Ah kamu bisa aja yank, sakit donk!", kata Noval, mereka tertawa bersama. keesokkan harinya Noval membelikan cicin untuk Aura, Aurapun sangat bahagia.
Setelah 1 minggu tak bertemu Aura sangat cemas Noval tak ada kabar, ia pun mendatangi rumah nya tapi menurut orang disana mereka tidak tau Noval dimana, khawatir pun menyelimuti kemana pergiya sang pangeran hati. ia pun bersedih dan kecewa mendengar Noval berselingkuh dan pergi ke Korea Selatan, setelah saat itu hingga 5 bulan Aura bertigkah seperti mayat hidup, diam, diam, dan diam, namun orang tua tak tahat melihat dan mendengar kabar itu akhirnya mereka berterus terang bahwa Noval kecelakaan dan meninggal dunia sebelum meninggal dia menitipkan surat dan menitipkan Liontin yang bertuliskan NAURA yang artinya Noval dan Aura selamanya, membaca surat itu Aura shock dan mengalami serangan jantung tetepi sayangnya nafas Aura cukup sampai disini.
Julyani C Rumayar
Kelas XII IPS B
Suatu ketika saat wulan sedang duduk di kantin sekolah datanglah Aldo menghampiri wulan. Aldo berkata:
"Lan, Fitri kemana ? kenapa hari ini dia tidak masuk sekolah ?"
"Fitri sakit do" jawabnya dengan rasa sedih.
"Bagaimana kalau pulang sekolah kita ke rumah Fitri ?" ujar Aldo.
"Baiklah..."
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Wulan dan Aldo bergegas ke rumah Fitri, sesampai nya di rumah Fitri. Aldo mengetuk rumah Fitri
"tok... tok... tok...",
ibu Fitri membuka pintu dan berkata
"ada apa nak ?"
Aldo menjawab, " ada Fitrinya bu ?"
"Ia ada, tapi Fitri sedang sakit." ucap nya dengan rasa sedih
"kami teman sekolah nya Fitri bu, kami ingin tau keadaan Fitri bagaimana". Wulan khawatir akan keadaan Fitri tapi ibu Fitri enggan memberitau keadaan, Fitri yang sebenarnya " keadaan Fitri memburuk nak." ucap nya dengan rasa khawatir
Dengan rasa penasaran Wulan memaksa bertemu Fitri,
"emang Fitri sakit apa bu ?"
tiba-tiba ibunya terdiam dengan raut mukanya yang sangat sedih
"ia bu, sebenarnya Fitri sakit apa bu ?" sahut Aldo
"Fitri..." ( sejenak terdiam )
"Fitri menderita kanker darah stadium akhir, "lanjutnya.
Wulan dan Aldo sangat shock mendengarnya kemudian ibu Fitri mempersilakan mereka masuk ke kamar Fitri
"silakan masuk nak"
Terbaringlah sosok gadis diatas tempat tidur dengan keadaan yang tidak berdaya, Wulan menghampiri dan berkata, "Fitri maafkan aku karena aku bukan teman yang baik untukmu, aku tak pernah tau keadaan mu, lekas sembuh ya kawan supaya kita bisa berangkat sekolah bareng lagi."
Wulan memeluk gadis yang terbaring lemah itu. Aldo memegang pundak Wulan dan berkata berkata, "sudah Wulan kita doakan saja supaya Fitri lekas sembuh".
Wulan dan Aldo memberi semangat agar Fitri lekas sembuh. Akhirnya Wulan dan Aldo pulang dari rumah Fitri.
3 hari berlalu Fitri tidak kunjung juga berangkat sekolah.ketika disekolah Wulan mendapat kabar buruk dari Aldo bahwa Fitri meninggal tadi malam.
Wulan tersentak mendengar kabar itu mukanya berubah suram. butiran-butiran air mata jatuh membasahi pipinya duka yang dalam menyelimuti hatinya hanya satu kata yang dapat dia ucapkan
"selamat jalan kawan..."
Dwi Lestari
Kelas : XI IPA



