Murninya Cinta

  • Digg
  • Del.icio.us
  • Reddit
  • RSS

         Karine dan Nico sudah berpacaran selama satu tahun, mereka selalu saja dapat membagi waktu walau mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Mereka begitu bijaksana dalam urusan karier maupun percintaan.

        Saat malam minggu mereka jalan bersama menghabiskan waktu sambil  bercanda ria. "sayang, kamu senang ngga aku ajak ke sini",tanya Nico, "Oh ,tentu donk sayang, aku senang saja dimana ada kamu",jawab Karine,"oh sayang, I love you",kata Nico (tersenyum) ."Love you,too",sahut Karine. malam semakin gelap namun tiba-tiba hujan turun, merekapun bergegas pulang.

     Beberapa saat kemudian Karine tiba di rumah Nico, sejak awal ia tiba di rumah Nico sudah mendapat sambutan tak hangat dari ibu Mayang (orangtua Nico). Ketika Karine dan Nico masuk ternyata ada Dinda, Dindapun merasa tidak nyaman dengan kedatangan Karine. Saat Karine duduk, Dindapun bergegas mendatangi ibu Mayang, "Tante kenapa sich cewek itu ada di rumah tante?",tanya Dinda,"Oh, dia pacarnya Nico":, tegas ibu Mayang.. "Hah, pacarnya Nico?,tante, kata mami aku Nico akan menjadi suamiku",rayu Dinda. "Oh, tenang saja tante hanya setuju kalau Nico menikah sama kamu,",kata ibu Mayang, "bener ya tante",sahut Dinda. "Tentu",tegas Ibu Mayang, kemudian ibu Mayang bergegas ke ruang tamu. "Karine , kamu mending pulang aja", kata ibu Mayang, "mama ini tuh masih hujan",bantah Nico,"terserah, pokoknya harus pulang",tegas ibu Mayang,"mama benar-benar ga punya hati",kata Nico. "Biarin, Karine tolong kamu pulang sekarang juga,"kata ibu Mayang. "Oke ,tante saya akan pulang",jawab Karine, "bagus, silahkan keluar", kata ibu Mayang sambil membuka pintu. Karine yang sedikit sakit hati keluar dari rumah Nico. Nico marah tapi tak berdaya.

     Ketika hendak menunggu taksi, tiba-tiba datang segerombolan motor yang mengepung jalan kemudian memaksa dan menodongkan pisau agar segera menyerahkan seluruh harta benda, tak berdaya semua yang ia miliki, ia berikan tapi satu permintaannya jangan bunuh dan perkosa saya. Setelah memberikan seluruh yang ia miliki orang itu masih saja mengganggu, namun ada seseorang pria yang menolongnya, ia adalah teman bisnisnnya Eza.

      Keesokan harinya Nico mendatangi Karine dan bilang agar dapat memaafkan dia karena tak berdaya untuk menolong Karine. Karine pun mengerti. Setelah 1 minggu setelah kedatangan Nico, karena tak pernah bertemu Nico, akhirnya ia datang ke rumah Nico, namun kata pembantunya Nico telah pergi ke Australia. Ingin menikah dengan Dinda di sana. Dengan hati yang kecewa dan sakit hati ia bergegas pergi dari rumah Nico.

    Dua tahun kemudian,  Karine sedang berbelanja di mall, tak sengaja ia bertemu dengan Nico, memang lupa-lupa ingat. "Hey,Karine",tanya Nico,"Nico!!!",sahut Karine bergegas pergi. "Hey Karine tunggu dulu",teriak Nico sambil mengejar Karine, ibu Mayang yang mengetahui itu segera mengejar Karine. Kemudian menarik rambut Karine dan menampar pipinya,"Aduh??",rintih Karine,"Dasar, wanita gatel, masih saja kamu kejar anak saya",kata ibu Mayang,"Siapa yang mengejar anak anada?",bantah Karine."Kurang ajar!!"(marah),kata ibu Mayang. Karinepun segera pergi walaupun hatinya sedih karena sejujurnya dia masih mencintai Nico.

    Satu bulan telah berlalu namun entah mengapa Nico dan Karine seakan dipersatukan. Ia kembali bertemu dengan Nico di restoran, namun ini berbeda, ia bertemu Nico dan Dinda ."Karine",kata Nico,"Maaf, jangan dekat saya",jawab Karine.Nicopun mencium dan memeluk Karine, Dinda marah dan pergi.

    Akhirnya setelah itu Dinda mundur mengurungkan niatnya untuk menikah dengan Nico dan Nicopun memaksa ibinya agar menyetujui pernikahannya dengan Karine, jika tidak dia akan meninggalkan rumah dan ibunya itu.

    Mereka akhirnya menikah, namun ibu Mayang di belakang Nico selalu saja menyiksa Karine, memukul, menampar, memarahi setiap hari, itu dilakukan, bahkan Karine dibuatnya menjadi pembantu, namun Karine sabar karea ia mencintai Nico.

    Selama 3 tahun lamanya menikah dengan Nico, Karine selalu menerima apa saja yang dilakukan ibu Mayang, mertuanya itu. Ketika Ibu Mayang sedang berdiri di balkon hpnya terjatuh, ia kaget dan terpeleset, untungnya ada Karine di sana, saat Karine sedang menolong ibu Mayang berbalik arah dan mendorong Karine dan tidak mau menolong. Karine yang tergantung di atas akhirnya jatuh ke bawah, namun beruntung di bawah ada Nico sehingga kepala tidak terbentur parah.

   Ibunya yang selalu menyiksa terus mendapatkan petaka namun selalu saja Karine yang menolong,hingga tiba saatnya ibu Mayang terkena kanker, diapun menyadari ketulusan Karine, penyakitnya yang semakin parah mengharuskan dia dirawat di rumah sakit namun keadaannya semakin memburuk, hingga tiba saat-saat terakhir nafasnya ia berbicara kepada Karine agar dapat memaafkannya, karena telah melakukan kesalahan besar pada dirinya. Karinepun dengan lapang dada memaafkannya dan memeluknya."Ibu, maafin Karine juga ya",kata Karine."Tidak, rin,"ibu yang banyak salah, sebelum ibu pergi, ibu mau bilang bahwa ibu telah merestui hubungan kalian, semoga bahagia.",kata ibu Mayang. "Terimakasih bu,"sahut Karine. Seketika nafas ibu terhenti, namun kepergiannya tidak meninggalkan luka yang dalam, namun telah menghapuskan luka yang tertanam, karena telah merestui hubungan anaknya dan meanntunya itu. Karine dan Nicopun hidup BAHAGIA.....

                                                                              Julyani C Rumayar
                                                                              Kelas XII IPS B





    


   
    
   

      
      



Sesal

  • Digg
  • Del.icio.us
  • Reddit
  • RSS

         Saat cinta meninggalkanku, aku hanya ingin pergi dan menjauh ke tempat yang dapat membuat nafasku lebih lega dan berharap dapat melupakan segalanya.
         Aku berjalan sambil memasukkan tangan ke dalam saku jaket. Pada saat itu adalah musim hujan. Mungkin seharusnya aku berada di kamar untuk menghangatkan diri, bukannya malah keluyuran. Tapi aku merasa bosan berada di dalam rumah apalagi ketika kumengingat akan mantan pacarku. Sebut saja dia Bentang.

        Bisa dibilang Bentang adalah seorang yang dapat mengerti dan memahami kondisi maupun keadaan yang aku alami. Ketika pada akhirnya Bentang pergi meninggalkanku, menghilang begitu saja. Kini yang tersisa hanyalah perasaan sedih dan menyesal. Aku dan Bentang sangat dekat, bahkan tidak terpisahkan. Kita selalu meluangkan waktu senggang untuk bertemu,jalan-jalan,main bareng-bareng dan masih banyak lagi. Semuanya terasa indah ketika kubersamanya.

         Suatu hari ada kejadian yang membuat dia marah, sampai Bentang pergi meninggalkanku dan memutuskan hubungan kita, yang sudah berjalan selama kurang lebih 4 bulan. Saat dia pergi barulah aku menyadari akan kesalahanku. Menyadari bahwa hubunganku dengannya kini telah berakhir, kumenyesal telah menyakitinya.

         Sampai akhirnya aku memutuskan untuk melupakan masa lalu bersamanya. Mencoba menjadi seorang cewek yang tidak merasakan cinta, aku gak yakin kalau usaha ini akan berhasil. Tapi aku yakin suatu saat aku akan bertemu dan saat itu aku akan minta maaf kepada Bentang.

        Aku menghela nafas melupakan apa yang terjadi. Mencoba lupakan tapi aku gak bisa. Sejauh apapun dirimu perasaan sayangku terhadap dia gak berubah. Sulit melupakan saat-saat yang telah kuhabiskan bersama dia selama ini. Aku tersadar dari lamunanku ketika terdengar suara telepon. Ternyata Lingga menelpon. Besok ia akan pergi ke Bandung untuk kuliah.
          " Halo....... ",aku menjawab teleponnya. "Ada apa kakak menelponku?",tanyaku.
          "kakak cuma kangen sama adikku tercinta, kamu gak senang ya?"
          "Hahaha.....aku cuma bercanda kok kak ",tawaku
          "Nanti malam jalan yuk dik",ajaknya
          "Jalan kemana?terus mau apa?",tanyaku lagi
          "Kemana aja boleh , hahaha.kan besok kakak harus berangkat ke Bandung dan jarang ketemu kamu:,jawabnya.
          " Iya udah besok malam saja, gimana?
          "Oke deh, nanti jam 7 kakak jenput ya?"
         "Oke"
          "Ya udah kalau gitu, kakak mau packing barang-barang kakak dulu"
          "Oh,...okeh deh kak", ucapku

     Malam itu kak Lingga menjemputuku. Aku jalan-jalan sama kak Lingga. Banyak cerita, obrolan dan canda tawa di malam itu. Tiba-tiba aku melihat seorang yang mirip dengan Bentang melintas di hadapanku. Tak kusangka ternyata dia lagi berdua bersamaa sahabat SMPku dulu. Tak dapat kuberkata-kata saat melihatnya. Apa mungkin perasaannya sudah pupus terhadapku?. Saat itu juga canda tawa bersama kak Lingga hilang, kini yang ada hanya keheningan. hatiku sangat hancur melihatnya bersama sahabatku.

     Aku menghembuskan nafas yang berat. harusnya aku tidak bertemu dengannya. Atau ini caranya dia untuk menyakitiku? Bentang tidak mungkin melakukan hal itu. Dia cowok yang tidak pernah menyakiti hati seseorang, apalagi terhadapku. cewek yang dulu ia cintai. Tak lama kak Lingga mengajakku pulang.
          "De, pulang yuk??,ajaknya
          "Iya", jawabku seingakt dengan nada sedih.
Dalam perjalanan pulang aku ingin menangis. Hatiku benar-benar hancur. Bahkan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
           "Udah de jangan sedih, mungkin mereka hanya sebatas teman "
Sepanjang perjalanan aku hanya diam. Tak menghiraukan pertanyaan kak Lingga, sampai-sampai aku tidak mengucapkan terimakasih padanya. Kejadian itu masih terpikirkan dalam benakku. Aku gak bisa tidur, hanya bisa menangis. "Ini semua salahku!!",teriakku. Aku berharap besok aku akan lupa tentang semuanya.

      Hari ini adalah hari Minggu, dimana hari yang pas untuk bermalas-malasan. Apa lagi ditambah dengan suasana hati yang kacau membuatku merasa bosan untuk hidup.. Kuhanya bisa terdiam dalam lamunanku, tiba-tiba hpku berbunyi, ternyata sahabat SMPku yang aku lihat tadi malam sms aku. Dalam pesananya dia bilang kalau dia mau main ke rumahku dan ingin menceritakan sesuatu. Aku sudah duga pasti dia ingin bercerita tentang Bentang atau mungkin Bentang udah nembak dia! Aku harus siap mendengar semuanya walaupun memang hati ini terasa sakit.
         "Shella...",suara Nani sambil mengetuk pintu
         "Iya tunggu bentar",jawabku
Kami bercerita banyak hal. Pada saatnya dia membahas Bentang. Aku langsung terdiam. raut wajahku berubah drastis. Wajah Nani yang begitu sangat gembira ingin menceriakan tentang Bentang membuatku ingin menangis.
       "Shell, Bentang baik banget tau",ucapnya.
       "Iya,dia memang baik , kenapa?, tanyaku
       "Kemarin dia jenguk ibuku di rumah sakit sama kakaknya, aku mau pulang karena udah malam, jadi aku dianterin pulang sama dia",ceritanya sambil tertawa.
        "Dia bikin aku tertawa karna lawakannya, haha...","sambungnya.
        "Kamu suka dia?,tanyaku
        "Gaklah !",jawabnya.
        "Kenapa?,katanya dia baik, bikin kamu tertawa.
        "Iya, tapi gak mungkin  pacaran".
        "Kenapa??!!",tanyaku penasaran
        "Iya...dia cerita kok tentang lu, dia masih suka sama lu, dia ngarepin kamu.
        "Yang bener??",tanyaku denagn senang
        "Bentar aku telepon dulu"

Tak lama nani selesai telepon,hpku berbunyi, ternyata Bentang telpon, aku senang banget. Dia mau main ke rumahku. Aku senang banget ternyata Nani dan Bentang hanya saudara sepupu. Tak lama Bentangpun datang, aku menyambutnya dengan gembira. Dia minta maaf dan dia ngajakin aku balikan lagi untuk jadi pacarnya lagi. Aku langsung menerimanya dan aku berjajnji gak akan mempermainkan perasaan Bentang lagi, karena aku SAYANG BENTANG.



                                                                                     Mixella A
                                                                                     Kelas XI IPA