Sepucuk Surat dari Ibu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • Reddit
  • RSS

        Dahulu kala disebuah desa tinggalah seorang wanita janda bernama Ibu Ani dan putrinya bernama Rita. Mereka hanya hidup berdua saja dan dengan hidup yang sederhana. Ibu Ani sangat menyayangi Rita dengan penuh kasih sayang nya yang tulus dan ia selalu merawat, menjaga dan mendidik Rita dengan baik bahkan Ibu Ani rela bekerja keras demi pendidikan anaknya untuk menjadi orang yang sukses
        "Ibu Rita tak akan mengecewakan Ibu, Rita berjanji sewaktu Rita sudah dewasa, Rita akan bekerja keras untuk menjadi orang yang sukses dan akan membahagiakan ibu" ujar Rita dengan penuh keyakinan.
Ibunya hanya bisa tersenyum "Rita Ibu percaya padamu, Ibu harap jika kamuu sudah menjadi orang sukses nanti, kamu tidak akan sombong dan kamu harus berjanji pada Ibu kamu tidak akan melupakan Ibu dalam keadaan apapun" kata Ibu sambil tersenyum.
        "Baik Ibu aku akan berjanji" jawab Rita
        Beberapa tahun kemudian RIta telah menginjak dewasa dan ia telah menjadi orang yang sukses dan kaya raya. sekarang ia telah mempunyai rumah yang mewah. Ibunya pun merasa bahagia atas kesuksesan anaknya. kini Ibu Ani semakin tua dan ia sering sakit-sakitan oleh karena itu Rita selalu bekerja keras untuk membiayai semua pengobatan Ibunya. semakin sibuk pekerjaannya, ia tak pernah punya waktu luang untuk Ibunya. sehingga Ibunya selalu kesepian dirumah. suatu hari Rita mendapatkan tugas untuk bekerja diluar kota lalu pada saat itu juga Ibunya sedang sakit. Ibu Ani merasa sangat sedih karena harus ditinggal oleh anaknya. setelah anaknya pergi keluar kota Ibunya selalu memikirkan Rita dan hatinya pun tidak tenang akhirnya Ibu Ani mencoba untuk menelpon Rita anaknya pada saat waktu kerjanya.
        "Hallo, Rita ini Ibunak ... apakah kamu baik-baik saja disana ?" tanya kepada Rita.
Rita lalu menjawab Ibunya "Ibu Rita ini sedang kerja jadi Ibu jangan menelpon Rita dulu ya Bu . . . Nanti kalau RIta sudah selesai kerja Rita akan menghubungi Ibu" jawab Rita, langsung ia menutup telfonnya
        "Hallo Rita ....." teriak Ibu
        Setelah beberapa hari kemudian Ibu tidak menghubungi Rita tetapi setiap hari Ibu selalu menunggu telepon dari Rita, dan Rita pun tidak juga menghubungi Ibunya. akhirnya Ibu mencoba untuk menghubungi Rita.
        "Rita Ibu kangen sama kamu, kamu pulang yaaa" kata Ibu
        "Ibu Rita kan sudah bilang jangan menghubungi Rita, nanti Rita yang akan menghubungi Ibu Rita ini sedang sibuk, Ibu ini tuli apa" ... jawab Rita sambil marah-marah kepada Ibunya dan langsung mematikan ponselnya
lalu Ibu Ani pun terkejut atas sikap anaknya yang telah mengucapkan bahwa dirinya "Tuli"
        "Ya ... Tuhan mengapa dia menjadi seperti ini padaku" ucap Ibu sambil menangis dan kecewa pada anaknya. setiap malam Ibunya selalu berdoa ia meminta kepada Tuhan agar anaknya di beri keselamatan.
        Setelah beberapa hari kemudian Rita akhirnya menghubungi Ibunya, tetapi Ibunya tidak menjawab teleponnya itu dan akhirnya dia langsung menghubungi rumahnya akhirnya ada yang menjawab telpon itu
        "Ibu ..."ucap Rita
        "maaf mba ini bukan Ibu tetapi ini saya minah" jawab minah pembantunya
        "oh... minah Ibu mana ?"tanya Rita
        "emm ... Ibu mba, tadi malam penyakit Ibu kumat, setelah itu kami membawanya ke rumah sakit, tetapi ... maaf mba nyawa Ibu sudah tidak tertolong lagi" jawab minah sambil menangis
        "apa ??" teriak Rita sambil menjatuhkan ponselnya hingga ia menagis
        setelah Rita mengetahui berita itu akhirnya Rita langsung menuju pulang kerumahnya, lalu setelah sampai kerumahnya, Rita pun bergegas untuk melihat Ibunya untuk yang terakhir kalinya
        "Ibu maafkan Rita, Rita sungguh egois dan Rita telah memarahi Ibu dan Rita telah melupakan Ibu" kata Rita sambil menangis
        "sudahlah mba, Ibu telah pergi meninggalkan kita semua untuk selamanya"
        "baiklah selamat tinggal Ibu" kata Rita sambil menangis ...
        Setelah itu langsung menuju tempat pemakaman, Rita pun tak kuasa menahan sedihnya itu dan setelah pemakaman itu selesai masing-masing menuju pulang kerumah masing-masing, Rita pun telah tiba kerumahnya setelah itu ia langsung menuju kamar ibunya, ia masuk kedalam kamar Ibu nya dan Rita pun melihat di meja ada sebuah surat lalu ia langsung membacanya, ternyata surat itu berasal dari Ibu nya. Sebelum Ibu Ani meninggal ia menulis sebuah surat untuk Rita.
Ia menulis surat dengan isi berikut :

Sepucuk Surat dari Ibu
        ....anakku 
        ketika aku semakin tua aku harap kau bisa memahami dan memiliki kesabaran untukku. Suatu saat aku telah berbuat salah pada mu aku harap kamu tidak marah kepada ku. Orang tua itu sensitif selalu merasa bersalah saat kamu berteriak ketika pendengaranku semakin memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan, aku harap kamu tidak memanggilku "Tuli" mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskan nya maaf, anakku .... 
        ... aku semakin tua, ketika lutuku mulai lemah aku harap kau memiliki kesabaran untuk membantuku bangun seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar jalan aku mohon, jangan bosan denganku. Ketika aku terus mengulangi apa yang kukatakan seperti kaset rusak aku harap kamu terus mendengarkan aku, tolong jangan mengejeku atau bosan mendengarkan ku apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon ? kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan.
        .... maafkan juga bauku
        Tercium seperti orang yang sudah tua aku mohon jangan memaksaku untuk mandi, tubuhku lemah...
        Orang tua mudah sakit karena mereka rentang terhadap dingin aku harap, aku tidak terlihat kotor bagimu.... apakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil ? aku selalu mengejar-ngejar kamu.... karena kamu tidak ingin mandi aku harap kamu bisa sabar denganku ketika aku selalu rewel, ini semua bagian dari menjadi tua.... kamu akan mengerti ketika kamu tua, dan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicara bahkan untuk beberapa menit aku selalu sendiri sepanjang waktu dan tidak memiliki seorang pun untuk diajak bicara. Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan bahkan jika kamu tidak tertarik pada ceritaku, aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ? aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu .... ketika saat nya tiba .... dan aku hanya bisa berbaring sakit dan aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku...
        Maaf .... 
       Aku mungkin tidak akan bertahan lebih lama, ketika waktu kematian ku datang aku harap kamu memegang tanganku dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian dan jangan khawatir ... ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta ... aku akan berbisik kepadaNya untuk selalu memberikan berkah kepadamu karena kamu mencintai Ibumu, Terima kasih atas segala Perhatian Mu, nak kami mencintaimu dengan kasih yang berlimpah.

Ibu             
untuk Rita anaku....
        Setelah Rita membaca surat dari Ibu nya Rita semakin bersedih karena atas kesalah kepada Ibu nya, dan akhirnya Rita pun berubah menjadi orang yang peduli terhadap orang lain.

                                                                                      Evita 
                                                                                      Kelas XA

Cinta Pertama

  • Digg
  • Del.icio.us
  • Reddit
  • RSS

        Renaldo Aguero adalah namaku, teman-teman biasa memanggilku renal, aku bersekolah di SMA yang terkenal. suatu hari saya melihat seorang gadis yang menurut saya cantik, sebut saja dia "Shellin", Shellin merupakan siswa yang sangat dicari oleh para cowo di sekolahnya karena dia seorang pelajar yang pintar dan disenangi oleh para guru karena sifatnya yang aktif dalam belajar, beruntung dia satu kelas dengan saya di kelas XI IPA 3.
        Kriiinngg .. !! suara bel masukpun berbunyi nyaring, kami para siswa berbaris untuk masuk ke dalam kelas, setelah doa pagi saya belum mengenal semua orang yang ada di sekolahku karena aku adalah murid yang baru pindah dari Bandung, akupun diminta oleh guru untuk memperkenalkan diriku dihadapan teman-teman.
        "Selamat Pagi tema-teman .. nama saya adalah Renaldo Aguero, saya tinggal dijalan pegangsaan timur nomer 56, teman-teman boleh memanggilku dengan nama renal ..". Setelah mengenalkan diri, akupun  berjalan menuju tempat duduku kembali sambil pandangan mata terarah pada cewe itu, akupun ingin berusaha untuk  mendapatkan hati perempuan itu.
         Kriiinngg .. !! belpun berbunyi untuk yang ke dua kalinya, adalah waktu kami untuk beristirahat, akupun berjalan-jalan disekitar sekolah agar lebih mengenal lebih jauh lagi tentang sekolah baruku,setelah berjalan begitu lama akupun menuju taman dan akupun melihat seorang cewe sedang duduk sendiri sambil membaca buku, akupun mencoba mendekatinya dari belakang ternyata cewe itu adalah Shellin, akupun kaget dan kembali menjauhinya, tapi saat aku perlahan menjauhinya aku berkata dalam hati "looohh .., kenapa aku malah pergi ?, bukanya aku suka sama dia ?, seharusnya aku temani dia ..". lalu aku menghentikan langkahku dan berbalik arah menuju Shellin, dengan kaki yang gemetar akupun duduk di sampingnya dan berkata ..
        "Hay .."
        "hai juga".jawab Shellin.
        "lagi apa sih ?" tanya gue sambil basa basi.
        "lagi baca buku".
        "ooh .., dari dulu emang suka baca kuku tah?".
        "iya, membaca adalah hobiku".
        "kalau boleh tau nomer hape kamu gak ?.
        "memang ada apa ?, kok kamu minta nomer hape aku ?" jawab Shelin
        "iya, biar kalau ada PR atau tugas sekolah bisa langsung tanya ke kamu".
        "ohh.. iya udah deh saya kasih.. dicatat ya, 0856000600".
        "nomer hape kamu cantik yah..".
        "hehe.. biasa aja kok"
        Kriinngg.. !! Bel untuk kembali masuk ke kelas pun berbunyi dan aku berjalan berdua bersama Shellin menuju ke kelas, saat pelajaran aku ngelamun terus memikirkan dia. Tak sadar aku dihampiri oleh guru.
        "Heh.. jangan ngelamun terus". tanya guru dengan suara tegas.
Aku tidak mendengar apa yang dikatakan guru.
Guru pun bertanya untuk yang kedua kalinya sambil menggebrak meja.
        (Braak)"kenapa melamun terus!!??".
Aku pun terkaget dan menjawab.
        "hah, iya pak..".
        "sekarang kamu berdiri disamping papan tulis selama jam pelajaran bapak".
Aku pun menjawab sambil berjalan kesamping papan tulis.
        "iya pak".

        Tak lama kemudian Bel pulang sekolah pun berbunyi Kriinngg..!!!. dan aku mengajak Shellin untuk pulang bersamaku. Setelah aku antar Shellin sampai ke rumah nya aku pun kembali pulang dengan hati yang senang.
*siang telah berganti malam dan aku pun siap-siap mengambil hape ku untuk menelpon Shellin.
Telpon pun diangkat
        "Hallo .. ini siapa ya ?". jawab Shellin.h
        "Ini saya Renal".
        "ohh, Renal .. ada apa nal ?".
        "hmm .. untuk PR bahasa Inggris dikumpulin nya kapan sih ?".
        "looh .. kamu tadi ga denger tah apa yang diomongin sama bapak guru ?".
        "enggak, soal nya tadi gue ngobrol sih .. hahahahaha ..".
        "huh, suruh siapa ngobrol terus ..".
        "wahaha ..,lin ?" Tanya saya.
        "yaap, ada apa ?". jawab Shellin
        "gue mau jujur kekamu lin .."
        Jawab Shellin "jujur apa emang ?"
Aku pun berkata dengan gugup "a aku, s suka sa sama kamu".
Shellin pun menjawab "hah ?, kamu suka sama aku ?"
Aku pun menjawab "iya .., kalau boleh tau perasaan kamu ke aku gimana sih ?".
        "kalau aku sih, sebenernya juga suka sama kamu tapii ..".
Renal pun langsung memotong pembincaraan "ooh .. iya udah berarti .. lu mau ga jadi pacar gue ?".
        "tapi .. aku besok udah enggak sekolah disini lagi ..".
Jawab Renal dengan terkejut "hah .. !! kok gitu ?".
        "iya, aku ikut papah ke Bali, jadi aku bakalan bersekolah di Bali juga .. maaf ya nal .. "
Renal pun menjawab dengan gelisah "hmm .. yaah, padahal kamu adalah orang pertama yang aku sukai tapi ..".
        "hehe .. sekali lagi maaf ya.. aku juga suka dan cinta sama kamu .. ini adalah ucapan terakhir dari ku buat kamu, selamat malam".
        "semoga kita jumpa di lain waktu lagi .. selamat malam juga"

        Keesokan hari nya aku kembali beraktifitas seperti biasa tanpa dia di sampingku, walaupun dia sudah pergi jauh dariku tapi aku masih ingat cara dia bicara dan wajahnya yang cantik dan hatinya yang baik dan sekaligus dialah orang pertama yang saya cintai dan tidak akan mungkin saya lupakan.

                                                                         Agustinus Heri
                                                                         Kelas XI IPA