Vanesa yang masih duduk di bangku SMA
terlihat sedang asyik mengobrol dengan teman-teman rumahnya. Diam-diam Vanesa
memandangi Reza yang duduk didepan rumahnya. Reza adalah sosok yang baik
padahal Vanesa tahu Reza selalu membawa wanita yang berbeda kerumahnya. Tetapi
Vanesa yakin suatu saat nanti pasti menjadi milik Vanesa seutuhnya. Vanesa
selalu member perhatian kepada Reza dengan cara ia menatap,menyapa dan
lain-lain akan tetapi Reza tak pernah mengerti kalau Vanesa menyukainya.
Beberapa hari berlalu Vanesa tak menyangka kalau Reza pindah rumah. Vanesa
terlihat kesal dan sedih. Vanesa yang tahu bahwa Hendra teman sekolahnya
mencintainya akhirnya ia mencoba melampiaskan kekesalannya dengan menerima
cinta Hendra walaupun tidak dalam kesungguhan hati. Berbulan-bulan mereka
berpacaran Hendra sangat perhatian dengan Vanesa serta mencintai Vanesa setulus
hati dan Vanesa mulai melupakan Reza sehingga akhirnya kelulusanpun tiba,
mereka merasa sangat bahagia karena bias lulus dan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Hendra adalah murid yang berprestasi sampai-sampai Hendra mendapatkan beasiswa
perguruan tinggi di bandung tetapi ia tak diterima hingga akhirnya ia mendaftar
di perguruan tinggi di Jakarta dan ia pun diterima. Hendra sangat sedih karena
harus berpisah dengan Vanesa tetapi itulah kenyataan yang harus diterima.
Beberapa bulan mereka berpisah tetapi saling
komunikasi melalui handphone, Vanesa yang tinggal di Jakarta mencoba melepaskan
rasa jenuh dengan berjalan-jalan ke taman. Disitu Vanesa sangat kaget setelah
melihat seseorang yang ternyata Reza tetangga lamanya Vanesa berpura-pura tak
melihat Reza, tetapi Reza mendekati Vanesa.
“Hey,kamu
Vanesaa kan? Masih ingat ngga sama Aku” ujar Reza. Dengan jantung yang berdetak
kencang Vanesa menjawab “oh ya, aku ingat kamu Reza kan? Sudah lama kita tak
bertemu”.
Hingga
akhirnya mereka berbincang-bincang dan saling akrab. Mereka sering jalan berdua.
Vanesa senang bisa akrab dengan Reza. Tetapi Vanesa tak memikirkan perasaan
Hendra yang masih berstatus sebagai pacarnya. Hingga beberapa bulan lamanya
Reza yang selama in dekat dengan Vanesa dan ia mencoba mengatakan cintanya
kepada Vanesa. Karena Reza mengetahui bahwa Vanesa mencintainya. Karena sikap
Vanesa berubah terhadap Hendra ,tetapi Hendra mencoba dating ke Jakarta tanpa
sepengetahuan Vanesa, ia langsung menuju tempat dimana Vanesa tinggal, Hendra
tak menyangka saat ia sampai di depan pintu Hendra melihat Vanesa berpegangan
tangan dengan laki-laki lain yang ternyata Vanesa baru menerima cinta laki-laki
itu,hati Hendra sangat sakit , ia mencoba mendekati Vanesa dan mengatakan “Nes,
jadi selama ini kamu berubah, karena kebohongan in”. Vanesa kaget ternyata
Hendra dating tanpa memberitahu dirinya dahulu “ maafkan Aku Hen Aku sudah tak
mencintaimu lagi”ajar
Vanesa… dengan hati yang hancur Hendra berkata “ kalau memang seperti itu, kamu pilih Aku atau Dia” dan Vanesa langsung menjawab” ya jelas Aku pilih Dia”. Reza yang tersenyum puas melihat kehancuran Hendra langsung mengusir Hendra dengan tidak sopan. Hendra pergi dengan putus asa dengan hati yang terluka.
Vanesa… dengan hati yang hancur Hendra berkata “ kalau memang seperti itu, kamu pilih Aku atau Dia” dan Vanesa langsung menjawab” ya jelas Aku pilih Dia”. Reza yang tersenyum puas melihat kehancuran Hendra langsung mengusir Hendra dengan tidak sopan. Hendra pergi dengan putus asa dengan hati yang terluka.
Setelah lama berpacaran Reza dan Vanesa
mulai mengalakeretakan, karena sikap Reza yang kasar dan selalu ketahuan jalan
dengan wanita lain. Setiap hari Vanesa meneteskan air mata dan akhirnya
memutuskan berpisah dengan Reza dengan
rasa sedih yang mendalam ia teringat Hendra yang dulu telah melukisakan
hari-harinya dengan kasih sayang. Dan Vanesa mencoba untuk menemui Hendra di
Jakarta untuk meminta maaf. Di Jakarta Vanesa langsung menuju ke kost an Hendra
tetapi Hendra tidak ada dan ia langsung
melanjutkan perjalanannya kerumah Hendra di Cirebon ,sesampainya di Cirebon ,
ia bertemu dengan Vicky sahabat Hendra, “Hay Nes kamu ada disini bukannya di
Jakarta “ ajar Vicky. “iya, Aku ingin bertemu dengan Hendra, apakah kamu tahu
Hendra ada dimana” jawab Vanesa. “loh, kamu gak tahu kini Hendra telah
bertunangan dan ia pun tidak melanjutkan kuliahnya dan meneruskan usaha
papahnya di Kalimantan , serta menerima pertunangan dari kedua orang tuanya
semua itu karena dia merasa putus asa setelah putus denganmu “ jawab Vicky.
Saat mendengar semua itu hati Vanesa sangat hancur ada perasaan salah dan
menyesal. Vanesa meneteskan air mata”Vicky, Aku ini benar-benar menyesal,
karena perbuatanku sendiri aku jadi begini”ujar Vanesa. Vicky hanya bisa
memberi nasihat dan motivasi kepada Vanesa agar tidak terulang lagi kejadian
seperti ini.
Setelah beberapa lama berada dalam kesedihan
yang berlarut-larut akhirnya Vanesa bangkit dan memulai lembaran baru serta gak
akan mengulangi kesalahn yang sama.
Selesai
Ririn Febrianti
XII IPS A



