Kelulusan ku dari bangku SMP, mengakhiri semua penderitaan
ku, selama aku duduk di bangku SMP. Kelulusan itu aku rayakan dengan berlibur ke
kota kelahiranku, udara yang cukup segar mengawali perjalanan ku di kota
Bandung. Awalnya aku kaget ketika melihat kota ini sangat berbeda dengan Bandung
yang aku kenal tiga tahun yang lalu. Ketika itu aku dan keluarga ku masih
tinggal di Bandung, aku sempat sekolah di sebuah sekolah yang cukup popular di
kota ini. Dulu letak sekolah ku tak jauh dari taman kota, namun apa yang ku
lihat sekarang hanyalah sebuah Mall yang yang menjadi pusat perbelanjaan
terbesar di kota ini. Di sekolah itu aku menempati ruang kelas 7-D, sebuah
ruang kelas yang berada dekat dengan lapangan basket. Candy, adalah orang
pertama yang aku kenal di sekolah ini, maklum saja dia teman sebangku ku ketika
aku baru masuk di sekolah ini.
Baru seminggu aku sekolah disini, aku tertarik untuk bergabung
dengan salah satu tim basket yang ada di sekolah ini. Spyre adalah salah satu
tim basket yang memiliki prestasi terbanyak di antara tim basket lainnya. Yang aku
dengar dari Candy, sekolah ini memiliki tiga tim basket, yang semuanya memiliki
peringkat berdasarkan prestasi yang dimiliki setiap tim. Keinginan itu, aku ceritakan
kepada kedua orang tua ku dan Candy. Setelah mendengar hal itu, Candy segera mengajak ku untuk menemui Pa
Jimmy, dia salah seorang pelatih tim basket yang ada di sekolah ini. Hal utama
yang ditanyakan oleh Pa Jimmy ketika aku meminta untuk bergabung dengan salah
satu tim basket, ternyata pertanyaanya tidak lepas dari prestasi basket yang
pernah aku peroleh. Jujur saja aku ga pernah mendapat prestasi apapun, apalagi
prestasi dalam bidang basket. Mendengar hal itu Pa Jimmy menolak ku untuk
bergabung dengan tim basket yang ada di sekolah ini. Candy yang pada saat itu
dekat dengan aku, mencoba untuk menghibur aku, dan dia sudah seperti sahabat
baru bagiku.
Nomong-ngomong soal Candy, dia adalah pacar pertama aku.
emm yaa lumayanlah dapet 254 hari. Kalo ga salah ceritanya sih begini. Randy,
dia adalah kakak kelas sekaligus mantan pacar Candy. Mereka putus karena
beberapa hal, salah satu yang aku tahu penyebabnya adalah, cowo Candy ketahuan
selingkuh. Semenjak itulah hidup Candy menjadi hancur. Suatu hari aku diajak
candy untuk mengerjakan tugas di rumahnya, pada saat itu Candy sedang keluar
rumah untuk membeli sedikit cemilan. Dan orang tua Candy pun segera menceritakan
seluruh hal tentang masa lalu Candy, dan dia juga meminta kepada aku untuk
selalu menjaga Candy. Next day aku selalu dekat dengan Candy, waktu itu sih
tujuannya cuma pengen buat dia selalu tersenyum, seperti apa yang diminta orang
tua Candy kepada ku. Dua bulan berlalu, aku mulai menyukai dia. Dan aku tak
mengira bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama. Singkat cerita kamipun
jadian.
Memasuki akhir semester 2,
setiap siswa diberi angket untuk memilih salah satu ekstrakulikuler yang akan
di ikuti masing-masing siswa pada semester mendatang. Dalam angket tersebut
terdaftar berbagai jenis ekstrakulikuler, namun aku tak menemukan
ekstrakulikuler yang sesuai dengan kemauan ku, pilihan yang ada membuat aku
bingung untuk mengisi angket tersebut. Di awal libur kenaikan kelas, aku
bersama teman-temanku, pergi ke Mall untuk menonton sebuah film. Saat itu film
tersebut menjadi hitz di kalangan remaja. Usai nonton film tersebut, kami
berjalan menuju distro kaos sembari menghabiskan sisa pop corn yang kami beli.
Ditengah obrolan tiba-tiba Girald bertanya tentang ekstra yang akan aku ambil,
dan ia menanyakan hal yang sama pada teman-temanku yang lainnya. Chris yang
melihat raut wajahku yang penuh dengan tanda tanya, memotong pembicaraan tadi,
dan ia menyarankan ku untuk mengikuti ekstra band. Saran yang berbeda di
sampaikan oleh beberapa temanku. Semuanya itu membuat tanda tanya di kepalaku
ini semakin banyak dan besar.
Ketika menikmati waktu libur yang tinggal sedikit, aku meminta kedua orang tua ku untuk membantu aku dalam memilih ekstrakulikuler yang ada. Kedua orang tuaku sependapat bahwa, aku sebaiknya mengikuti ekstra Photography. Menurut mereka, Photography adalah satu-satunya kegitan yang tidak terlalu banyak memakan energy, dan sangat bermanfaat. Aku sempat menolak pilihan mereka, karena menurutku kegiatan Photography itu terlalu membosankan. Dengan sangat, sangat, sangat terpaksanya aku mengikuti kemauan kedua orang tuaku tersebut.
Seminggu sebelum batas akhir pengumpulan angket, kepala sekolah kami mengeluarkan kebijakan untuk menambahkan 3 ekstrakulikuler kedalam angket tersebut. Hal tersebut diharapkan dapat menggali setiap bakat-bakat yang ada, untuk mepersiapkan pekan olahraga tingkat pelajar yang akan di laksanakan pada tahun depan. Ekstrakulikuler yang ditambahkan diantaranya volly, softball, dan basket. Aku mempertimbangkan lagi pilihan ku, untuk mengikuti ekstra Photography. Bahkan Candy pun sependapat dengan aku. Dan akhirnya aku putuskan untuk mengubah pilihan ku, dan mengubah data yang ada pada angket sesuai dengan keinginanku.
Setiap hari aku mengamati cara bermain tim Spyre, yang sedang berlatih untuk mempersiapkan diri dalam mendulang prestasi di ajang yang cukup berkelas, Bandung Basketball Tournament. Hasil pengamatanku, aku kembangkan ketika ekstra basket. Beberapa temanku yang mengikuti ekstra basket telah dipilih untuk bermain dalam sebuah tim yang dipersiapkan untuk pekan olahraga pelajar. Tim yang dibentuk tersebut merupakan tim khusus karena anggota dari tim basket yang lainnya harus berfokus pada ujian akhir sekolah, sedangkan tim Spyre harus bertanding dalam laga yang berkelas “Bandung Basketball Tournament “. Aku sangat kecewa ketika mendengar hal tersebut, dan aku mulai pesismis untuk menggeluti olahraga basket.
Semenjak jatuhnya perusahaan ayah, kelurga ku memutuskan untuk pindah ke Jakarta, dan mereka memutuskan untuk melanjutkan sekolah ku di salah satu sekolah swasta yang ada di sana. Perlahan keekonomian keluarga ku mulai membaik, dengan modal yang tersisa, ayah membuka kembali kedai rotinya yang pernah tertidur. Disinilah kehidupan ku dimulai, aku mencoba untuk beradaptasi dengan sekolah ku yang baru. Di sekolah tersebut aku berusaha mencari bakat yang tertanam dalam diriku, disana aku belajar Design Graphic, dan hasilnya pun tidak jauh seperti ketika aku menggali potesi ku dalam bisang olahraga.
Inilah saat yang paling membahagiakan dalam hidup ku, dan inilah awalan untuk aku mengukir sejarah indah dalam hidupku,. Yaap,… aku sekarang duduk di bangku SMA. Teet ,. Teeeet,… bel masuk mengawali hari pertamaku di bangku SMA, oh ya masalah ospek kayaknya ga perlu di ceritakan, sepertinya sudah pada tau bahwa aura-aura yang membawa nasib jelek masih menyelimutiku. Jakarta 45 Oktober 2012, ” Dear Diary,.” .
Daniel, Petrus, Michelle, and Liona mereka adalah teman-teman yang aku kenal pada hari ini. Michelle , dia seorang yang sangat menggemari photography, katanya sih dia sudah menggemari dunia photography sejak SMP, dan dia pernah menerima bayaran mahal dari foto-fotonya itu. Emm,. Soal kebenarannya sih aku, masih kurang tahu heehhe,.. mungkin bisa di tanyakan langsung pada micel. Ok sekarang Liona , menurut ku dia seorang pribadi yang mudah bergaul. Saking mudahnya ia bergaul sampai-sampai dia memiliki banyak teman mulai dari cewe, cowo, sampe yang jenis kelaminnya di ragukan. Daniel ‘n Petrus , mereka adalah pencinta anime, bahasa kerennya sih OTAKU. Hoamzz,.. aku rasa sudah cukup cerita untuk hari ini
Pagi ini aku berangkat pukul 06.20, setidaknya aku berangkat tidak terlalu pagi, dan tidak terlalu siang. Sesampainya di sekolah, aku menaruh tas di ruang kelas dan bergegas untuk nongkrong di gazebo. Aku lihat satu persatu siswa berdatangan dari arah pintu gerbang. “ asik nee, kalo udah nongkrong gini, gw pasti bisa ngamatin cewe-cewe yang lewat di depan sini “, gumam ku dalam hati. “ Muantaaap “, kataku ketika melihat seorang yang tampak seperti bidadari.
“ Heey Dick, ngamapin lu disini “ Petrus menepukku dari belakang
“ Gw nunggu temen-temen dateng, Pet “ jawab ku
“ Ahh, yang bener luu, tadi gw denger lu ngomong Muantaaap “ Petrus terus meledek ku
“ Apaan yang Muantaap Pet ? “ Bego Mode ON
“ Ahhh, udah ga usah pura-pura bego luu, gw gabung yaa “
Saat itu pun dimulai pengintaian, pengincaran, pengamatan, atau apa pun istilahnya yang penting intinya satu, yang aku lakukan bersama Petrus.
“ WoW…… “ Petrus terpesona
“ Ada apa pet ? “ Tanya ku penasaran
“ luu liad ce di sebelah sono “ menunjuk kearah mading sekolah
“ Beeuh,itukan Vero, beruang kaya gitu lu bilang Wow ?? “
“ Ituu yang di sebelahnya bego“
Melihat hal yang ditunjuk oleh Petrus aku pun ga bisa memalingkan mata dari cewe itu. Aku yang sedang berhayal tiba-tiba menjadi penasaran sebab pengunjung mading tersebut makin banyak. Melihat hal ituaku pun segera menuju mading, dan mencari informasi yang di tempel pada mading tersebut. Modern Dance, yap itu acara yang akan di kompetisikan bulan depan.
Aku dan petrus kembali berhayal akan berbagai hal yang kami dapat, setelah kami menjadi salah atu juara dalam kompetisi tersebut. Selesai berhayal kami pun memutuskan untuk mengikuti kompetisi tersebut. Aku dan petrus segera membentuk Grup MD, awalnya memang susah mencari orang yang mau bergabung dengan kita yang dancenya aja masih pas-pasan.
“ Micel, lu mau ga gabung bareng buat ikut lomba MD bulan depan ? “
“ Sorry ya, Dick gw bukannya gamau, tapi gw ga bisa “
“ Gapapa koq cel, kita kan masih punya waktu buat latihan “ pintaku sekali lagi
“ Aduh gimana yaa,.. oh yaa aku jadi photographer kalian pas kalian show aja yaah “
“ oke dech thank’s yaa “ jawabku dengan sedikit kecewa
Seminggu kemudian aku berhasil membentuk sebuah grup dance. Waktu tersisa 3 minggu lagi, awalnya petrus sempat pesimis akan hal tersebut. Karena keterbatasan biaya, kami tidak berlatih di sanggar. Kami latihan dance di sebuah komunitas dance, mereka yang ada di sana selalu memberi masukan pada setiap bagian dalam koreo yang telah di susun. Oh yaa,.. grup dance kami bernama, Jmbc.
Inilah waktunya aku menunjukan skill ku dalam dunia dance, dan ini merupakan pertamakalinya aku berdiri di sebuah pangung. Dari atas sini aku lihat Michelle siap dengan kameranya. Aku sangat gugup melihat penonton yang begitu banyaknya. Saat yang ku tunggupun tiba, pengumuman pemenang dimulai dari juara 3, dan pemenangn juara ketiga adalah Floop. “ kalau grup yang senior aja Cuma juara 3, apa lagi kita ? “ kata Petrus dengan nada rendah. Juara 2 diperoleh oleh Div MD, dan juara satu diperoleh oleh Jmbc. Mendengar itu seluruh grup hanya tercengang setengah sadar. Dan inilah Show pertama aku yang aku bawakan.
Penulis : Valentino Leo Saputra, XII IPA



