Terlihat sangat bahagia ketika kedua remaja ini berlari kesana kemari, berkejar-kejaran dengan penuh kebahagiaan. Di pantai tempat mereka berdua pertama pacaran .
"Ayooo......kejar aku...."Tere berteriak sambil berlari
"Hey....awas ya kalau kena"Ray berlari mengejar Tere kekasihnya
Terlihat kebahagiaan dan kasih sayang diantara mereka,tetapi tidak sebahagia seperti yang terlihat.Tere mempunyai penyakit yang sangat berbahaya dan dokter sudah mevonisnya.
Tapi Ray kekasihnya tidak tau,karena Tere ngga mau lihat kekasihnya itu bersedih karena Ray adalah seorang remaja tampan,keren yang menjadi idola wanita di sekolahnya tetapi Ray tidak peduli orangnya,Ia sangatlah cuek dan jutek dan ia hanya punya 1 sahabat disekolah ini.
Ray sangat bosan tidak ada teman,oscar sahabatnya sedang di lab Ipa dan Tere kekasihnya sedang pelajaran olahraga sedangkan Ray sendiri tidak ada pelajaran.
jadi ia memutuskan untuk membaca komik di taman.
dari arah kejauhan Dinda sahabatnya Tere berlari dengan kencangnya dengan berwajah sedih menghampiri Ray di taman.
"Ray... Ray....!" Terdengar suara teriak-teriak dan cempreng dari kejauhan
"Ada apa?"Ray menjawab dengan malas
"Tere pingsan,dia kambuh lagi dan sekarang kondisinya sangat kritis di rumah sakit."
Dengan cepat Ray menjawab dengan nada bingung dan cemas"Hah... kambuh apanya?"
"Lah... kamu ngga tau Tere kan punya penyakit berbahaya dan umurnya...."
Belum selesai ngomong Ray sudah lari meninggalkan Dinda
"udah tanggepannya gitu dong???"Dengan sinis Dinda mengeluh dengan nada cape ketika Ray sampai di rumah sakit terlihat air mata yang tumpah dari wajah manis ibunya Tere di situ terlihat ada seorang dokter yang sedang memberitahu berita duka tersebut.
Ray tidak sengaja mendengar percakapan mereka dan mendengar kalau Tere sudah meninggal,Ia terjatuh dan wajahnya memucat. dan ia segera lari meninggalkan tempat itu.
Dengan baju berantakan dan mata yang sembab Ray datang kepemakaman Tere.
Semenjak itu Ray tidak suka 2 tempat bahkan ia benci yaitu Rumah sakit dan pemakaman.
Dalam perjalanan pulang Ray menyetir mobilnya dengan perasaan tidak percaya kalau Tere kekasihnya sudah tiada, lalu ia membuka handphonenya dan melihat wallpaper handphonenya yaitu photo Ray dan Tere yang sangat bahagia tetapi sekarang sudah tiada. dan tiba-tiba ia memberhentikan laju mobilnya itu dan memparkirkannya dipinggir jalan,ternyata Ray melihat Tere yang sedang berjalan membawa barang belanjaan.
Ray menyentuh pundak cewe itu"Tere?" lalu cewe itu membalikan badannya tetapi belum sempat ngomong Ray sudah memeluknya dengan erat.
"Hey Hey Hey.... saya bukan tere, saya Imel!" Imel langsung melepaskan pelukannya dari Ray dengan wajah kesal
"Gila cewe itu mirip banget sama Tere"Ray berbicara dalam hatinya
"Hellow... kok ngelamun? sudah dulu yah saya buru-buru" belum sempat membalikan badannya Ray sudah menarik tangan Imel.
"EEHH.... kamu mau culik saya yah?TOLONG..TOLONG!!" Imel berteriak dengan maksud minta bantuan tetapi jari telunjuk Ray dengan cepat hinggap di mulut Imel yang kecil mungil itu.
"Saya bukan orang jahat udah ikut aja saya mau nganterin kamu pulang"
Imel melihat Ray yang begitu baik dan caranya memperlakukannya tadi,Imel merasa hatinya seperti tempat latihan tinju DAG DIG DUG DAG DIG DUG.
Setelah sampai di rumah,Imel selalu memikirkan kejadian tadi,dan itu membuat Imel menjadi galau antara mau menelepon Ray atau tidak. tadi sebelum Ray pulang Ray memberikan nomor HPnya dan Imel di suruh nelpon.Imel memutuskan untuk menelpon saja.
"Hai ini pasti Imel kan?" sahut Ray dari dalam HP Imel
"i..iaa Ray,ada apa kok tadi suruh nelpon sih?" hatinya bergemuruh lagi
"hmm... suka pantai? kepantai yu besok?
"Tawaran yang menarik,boleh deh"
"Oke sampai ketemu besok ya"besok Ray bahagia banget
Inel langsung mematikan telponnya dan langsung lompat-lompat di atas kasur tapi Imel tiba-tiba terjatuh dari kasurnya.
keesokan harinya Ray menjemput Imel di rumahnya dan langsung melanjuttkan perjalanannya kepantai. diperjalanan mereka semakin akrab
"Ray waktu itu kenapa kamu panggil saya Tere?Tere itu kekasih kamu ya?"
Dengan nada sedih banget Imel bertanya dan Ray pun menjawab dengan sedih juga
"ga usah dibahas,dan saya ga punya pacar!!"
karna melihat wajah Ray yang sudah tidak enak di lihat, Imel langsung melupakan pertanyaan tadi dan diam hanya menatap jalanan.
sesampanya dipantai Ray melihat Imel yang berbahagia dan terlihat sangat ceria, Ray langsung membuka pembicaraan.
"Mel... maaf ya tadi jutek,sekarang kalau bisa kamu kejar aku ya kita main air disana"sambil menunjuk ke arah pinggir pantai
"iya gapapa kok...eh nantangin ya"mereka berdua berkejar-kejaran
Ray mencipratkan air kearah Imel,begitu pun sebaiknya.tidak terasa mereka berdua sudah basah dan akhirnya mereka bergegas pulang karena takut masuk angin.
di dalam perjalanan Imel bercerita tentangnya dan keluarganya bahkan sekolahnya.
tapi Ray tidak bercerita apa-apa ia hanya menjawab cerita dari Imel,kalau ia cerita ia ingat lagi sama Tere.
"Mel...makasih ya buat hari ini"Ray tersenyum bahagia
"iya Ray makasih juga saya senang banget hari ini"
akhirnya percakapan mereka selesai disitu karena ternyata sudah sampai rumah Imel.
Sudah berapa bulan mereka kenal dekat akhirnya cinta yang susah payah di bangun oleh Ray tumbuh. Tapi sejak awal Imel sudah jatuh cinta pada Ray. semenjak mereka dekat
Ray semakin tidak perduli dengan cewe-cewe yang menyukainya.maka dari itu cewe-cewe benci sama Imel. karna diketahuinya sekolah Imel tidak jauh dari sekolahnya maka mereka memutuskan untuk melabrak Imel. tapi tidak diduga kalau wajahnya sangat mirip dengan Tere. lalu mereka menyimpulkan kalau Ray suka dengan Imel karna Imel mirip dengan Tere.
"HEH... lo Imel kan? cowo lo Ray ga pernah cinta sama lo sebagai Imel tapi sebagai Tere yang mukanya sama percis sama lo!!" dengan wajah sinis salah satu dari mereka berbicara.
"HAH???
saya bukan cewenya Ray??"tapi mendengar cerita mereka Imel langsung meninggalkan mereka dan lari pulang ke rumah dan mendorong Ray yang kebetulan sudah sampai dan berdiri diluar gerbang. Ray mengejar Imel dan menarik tangannya Imel dan memasukannya ke dalam mobil dengan susah payah dan menguncinya.
"Mel,Mel,Mel, tenang dulu apa salah saya?". Dengan wajah was-was, bingung,sedih,Ray memegang tangan Imel yang masih tidak bisa diam dan ingin keluar.
"kamu ga pernah akan bisa terima saya sebagai Imel?saya Imel.....bukan Tere!!!kaya teman kamju bilang tadi.
"kamu jahat Ray,jahat....!"teriak Imel,membuat Ray takut untuk menceritakan kebenaraannya,tapi Ray memaksakan dirinya bercerita kepada Imel.
"I...Iaamel kamu benar! tapi itu dulu sekarang cinta itu tumbuh di hati saya,saya susah payah membangun cinta itu dan sekarang saya cinta benar,benar cinta Imel bukan Tere. Tere masa lalu dan kamu masa depan Mel",Imel hanya bisa diam dan Ray mengelus rambut Imel dan memeluknya.
"Mel... dulu setelah Tere tinggalin saya selama-lamanya, hati saya benar-benar kaya kertas kosong dan kamu datang menuliskan cinta di hati saya.
"kamu mau kan jadi pena yang menuliskan cinta di haiku?"Ray bertanya dengan penuh pengharapan besar Imel mau mengarti.akhirnya Imel pun mengarti dan ia mengangguk lalu tersenyum lebar lalu mereka keluar untuk memberitakannya pada cewe-cewe itu. Ray dan Imel bergandeng tangan sambil tersenyum ke arah cewe-cewe yang dari tadi berdiri diam melihat tingkah Imel dan Ray sekarang, amarah cewe-cewe rese itu meningkat,melihat Ray dan Imel sudah pacaran.
"Rayyy...",teriak mereka hanya membuat Ray dan Imel tertawa dan Ray pun mengatakan sesuatu yang membuat cewe-cewe itu terdiam.
"MASALAH BUAT LO??!!", dengan nada yang sedikit beban. lalu Ray dan Imel pun kembali masuk kedalam mobil dan melanjutkan perjalanan pulang dengan tertawa mengingat wajah cewe-cewe itu yang lagi marah, udah kaya macan garong marah,coba bayangin pasti serem banget
Shierly
Kelas XI IPS




0 komentar to “Dia Bukan Diriku”