"sayang, bangun", Sapa mama
"masih pagi ma, Oliv masih ngantuk", Oliv membalikan badannya
"ini udah jam 6 lebih sayang", mama berusaha membangunkannya
"APA...", Oliv berlari menuju kamar mandinya dengan segera,
Bagi Oliv mamanya adalah sesosok wanita hebat, beliau mampu meluangkan waktu untuk anak satu-satu nya disela kesibukannya membantu perusahaan papa.
"Oliv, cepat Glen sudah menunggu didepan", mama menyuruh Oliv untuk lebih cepat.
"iya mah", sambil terburu-buru menggunakan seragamnya
"maaf ya Glen, Olive lama soal nya tadi Olive kesiangan bangun nya", mama menghampiri Glen dengan senyum
"iya Tante gak apa-apa kok", balas Glen dengan senyum manisnya.
Mama dan Glen memang sudah dekat bahkan sebelum Oliv mengenal Glen.
"Olive sudah siap nih, yuk Glen, mah Oliv berangkat yah", Oliv menuju kedepan sambil membereskan rambutnya yang terurai panjang
"tante Glen pamit dulu ya", ajak Glen
"iyah kalian hati-hati yah", mamah melambaikan tangan nya
Glen Maharadika, dia adalah anak dari perusahaan terkenal. Orang tuanya juga sangat sayang padanya. Glen dididik dengan baik oleh papa nya.
"Oliv, sudah sampai nih, betah banget duduk dimobil", Glen tersenyum
"eh, iya", Oliv kembali tersenyum
Pelajaran pertama adalah pelajarannya Bu Siti, guru matematika yang paling bawel dan cerewet. Aku bahkan tidak pernah menyimak tiap kata yang dikeluarkan oleh beliau, melihat beliau saja aku rasanya sudah pusing.
"woi pasti melamun", tanya Angel
"he-eh gak terasa ya ngelamun aku begitu lama, sampe-sampe lupa kalau udah istirahat", Oliv membereskan bukunya
"ke kantin yuk, gw laper belum makan", ajak Angel sambil memegang perut nya
"yuk, gw juga laper", ajak Oliv
"hei, ikut dong", teriak seseorang dari belakang
"eh ada Glen ganteng", Angel mulai genit
"ayo, kan kalau rame pasti asik, coba kalau Jack juga ikut pasti makin asik lagi", Oliv mulai menghayal tentang Jack
"benarkan Glen", tanya Oliv
"eh, iya", Glen tersenyum terpaksa
Hati Glen terasa terbakar, "Oliv sekali-kali lo ngomong tentang gw kenapa? apa lo bener-bener Cinta mati sama Jack. Jack itu gak pantes buat lo", itulah yang ada dipikiran Glen saat itu.
"boleh gabung", mendengar suara dari belakang
"eh, Jack sini duduk disebelah gw", Oliv mendorong Glen agar menyisihkan tempat kosong disebelah Oliv
"thankyou cantik", Jack tersenyum
Oh MyGod, dalam hati Oliv seperti ingin teriak GW DIBILANG CANTIK, seperti melayang tubuh ini.
"Oliv lu gak apa-apa kan?", tanya Angel bingung
"he-eh gak apa-apa kok", Oliv tersenyum lebar tidak seperti biasanya.
"Jack", teriakan seorang cewek dan berlari mendekat
"hai, Sonia", sapa Jack terlihat ramah
"anterin gw ke perus yuk", ajak Sonia
"ok, guys gw duluan ya", Jack beranjak pergi
"kenapa sih Sonia pake acara ngajak Jack segala", Oliv kesal
"Liv, Jack itu pacar Sonia", ucap Glen pelan
"gak mungkin, buktinya mereka tidak mesra", Oliv semakin mempercepat makan baksonya
"Oliv", Glen mengambil tissiu lalu membersihkan mulut Oliv dengan lembut
Jantung Oliv berdetup kencang, ya Tuhan rasa pakah ini. kenapa sewaktu Jack duduk disebelah gw, gw gak merasakan ini. Aah, gw g boleh mikir yang aneh-aneh
"makasih Glen", Oliv mengambil tissiu dan mengelapnya sendiri
Setelah pulang sekolah, Glen seperti biasa mengantar Oliv pulang, dan selama perjalanan ternyata Oliv tertidur didalam mobil
"Oliv gw sayang sama lo", bisik Glen didekat Oliv dan mencium kening Oliv.
Sentak Glen kaget ketika mencium kening Oliv karena Oliv terbangun.
"Glen udah sampe yah", tanya Oliv sambil mengucek-ngucek matanya
"oh, iya nih lo sampe ketiduran ya", Glen mengacak-ngacak rambut Oliv
"maaf, abis capek", Oliv tertawa dan merapikan rambut nya.
Semalam Oliv teringat akan kejadian di kantin, apa gw memiliki perasaan pada Glen. TIDAK! diakan sahabat gw. Lagian gw kan naksirnya sama Jack.
Keesokan hari nya disekolah.....
"Angel anterin gw ke perpus yuk", ajak Oliv
"tumben lo keperpus, pasti ada apa-apa nih", Angel melirik sinis ke Oliv
"udah ikut aja", Oliv tersenyum
Sesampai diperpus Oliv melihat Jack sedang membawa buku, Oliv melihat kesekeliling, ternyata Jack sendirian.
"hai, Jack", sapa Oliv lembut
"hai, Oliv sini duduk bareng gw", ajak Jack
Tuh kan, kok gak ada perasaan yang menunjukan gw suka sama Jack. Oliv mencoba mengajak Jack ngobrol. Tiba-tiba Glen melewati perpus tanpa disengaja, Glen melihat Oliv dan Jack sedang tertawa. Tidak lama Glen langsung meninggalkan perpus dengan hati kecewa
Keesoksn harinya, Oliv tidak langsung menuju kelasnya tetapi menuju kelas jack.
""Pagi Jack", sapa Oliv dengan senyum kecilnya
"Pagi juga Oliv", Jack kembali menyapa Oliv
Rencananya pagi ini Oliv ingin menyatakan perasaan nya kepada Jack, tapi Sonia tiba menghanpiri Jack. Oliv langsung berlari menuju kelas nya. Bodoh, kenapa tadi gw lari kan gw mau mengucapkan perasaan gw.
Tidak lama kemudian bell istirahat berbunyi
"Oliv, makan bareng yuk", ajak Glen dengan senyum manisnya
"sorry Glen tapi gw lagi ada urusan penting sama Jack", jawab Oliv
"urusan apa", tanya Glen sedikit kecewa
"urusan hati, gw duluan yah", Oliv tersenyum dan langsung pergi menuju kelas Jack.
Glen seperti ingin bunuh diri rasanya, dia tidak tahan dengan ucapan Oliv. urusan hati, apa Oliv dan Jack sudah berhubungan, dan bukankan Jack masih dengan Sonia atau Jack putus dengan Sonia. Pikiran Glen menjadi semakin kacau.
"Liv, lo mau kemana?", tanya Angel bingung
"gw mau ngungkapin perasaan gw sama Jack", jawab Oliv
"yasudah, semoga berhasil yah", Angel menyemangati Oliv
Oliv mulai berjalan menuju kelas Jack, seketika melewati laboratorium mata Oliv tersentak melihat seseorang sedang berciuman, Oliv segera mundur kebelakang dan mencoba melihat seseorang ternyata Jack dan Sonia. Oliv langsung berlari sambil menangis.
"Liv , lo kenapa nangis, lo ditolak Jack?", tanya Angel heran
"ngel,gw ngelihat Jack dan Sonia ciuman di Lab ", Oliv kembali menangis dan memeluk Angel yang ada dihadapan nya.
"lo yang sabar ya, kan masih ada gw sama Glen", Angel mencoba menenangkan pikiran Oliv
"oh iya, Glen kemana Angel?", Oliv mulai menghapus air matanya.
"gw ga tau Liv, soalnya dari tadi juga gw ga liat Glen",
"ya udah", Oliv menghela nafas sejenak
"ya udah, sekarang kita kekelas yah", ajak Angel
"yah", Jawab Oliv
Sepulang sekolah Oliv menangis dikamar karena kejadian di Lab. Betapa benar nya ucapan Glen bahwa gw ga pantes untuk Jack. Glen gw kangen sama lo. gw emang jahat udah nyia nyia in lo, cowo yang selama ini udah sering bantu gw, perhatian sama gw...bla bla bla Tiba-tiba berbunyi suara telfon
"halo", jawab Oliv
"Oliv ini tante, mamahnya Glen, Glen kecelakaan mobil Oliv!, dan dia sekarang ada di Rumah Sakit", mamah Glen menangis
"APA", air mata Oliv seketika menetes
"tolong kesini ya Oliv, tante butuh Oliv buat nemenin Glen",
"iya tante Oliv segera kesana ya tante", Oliv langsung mematikan telfon
Oliv menuju rumah sakit yang disebut mamah Glen lewat SMS dengan supir nya. sesampainya dirumah sakit, Olive melihat keadaan Glen dengan perban dikepala nya dan Oliv mulai menangis menuju kasur Glen tanpa menghiraukan orang tua Glen.
"Glen lo kenapa, kenapa lo bisa kecelakaan, Glen bangun gw ada disini", Oliv memeluk Glen sambil meneteskan air matanya
"sabar Liv", mamah Glen berusaha menenangkan Oliv
"tante, tolong bangunin Glen, Oliv mau bicara sama Glen", air mata Oliv mengalir dari pipinya
"Oliv", mamah Glen lalu memeluk Oliv mencoba membuat nya tenang
Selama dua hari Oliv menemani Glen dirumah sakit dan tertidur sambil menggenggam tangan Glen.
"Oliv",Glen tersadar sejenak
"Glen lo udah sadar!?", Oliv langsung memeluk Glen
"Glen gw sayang sama lo", bisik Oliv menangis
"gw juga sayang sama lo", jawab Glen
"trus gimana dengan Jack", tanya Glen heran
"Jack bukan siapa-siapa gw, dan ternyata juga hati gw lebih memilih lo Glen, lo jangan ninggalin gw lagi yah", Oliv menangis
"gw akan selalu ada buat lo, lo jangan sedih", Glen mengusap air mata Oliv lalu mencium kening.
Sejak saat itu Glen dan Oliv selalu bersama, bahkan orang tua mereka berdua sudah menyusun rencana pertunangan untuk Oliv dan Glen.
Vina Christanti
Kelas : XI IPS




0 komentar to “Dia Tak Pantas Untukku”